Index Labels

Habis Suram Terbitlah Islam

Posted by Ucu Supriadi



Matahari mulai bangun dari lelap-tidurnya,sehingga menyingsinglah belahan ufuk timur yang kian menguning silaunya, sahutan burung pun ikut menemani, menari-nari menyambut pagi.Terdengar ayam-ayam tengah bersenandung merajut nada yang amat merdu, sebelumnya terdengar jelas lantunan adzan yang menghempas kesunyian, membisikkan asma Allah ke setiap penjuru telinga insan manusia.
Namun, aku masih dengan bantal gulingku, masih tersungkur diatas ranjang, masih terpaku dalam angan-angan mimpi.Tepatnya jam 06.30, aku pun bangun, karena terbangunkan oleh suara yang amat keras hampir membuat kepalaku retak. Jeritan Ibuku sungguh menggema-membisingkan telingaku, kalau pun aku tahan dengan desingan ibu, aku langsung di guyur habis-habisan dengan air yang begitu dingin membasahi rongga tubuhku, tak ayal, menggigillah badanku dibuatnya.Shalat subuh pun hampir setiap hari aku absen.
Setelah mandi dan sarapan telah kujalankan, kemudian aku tertegun didepan cermin merapihkan wajah dan mengacungkan rambutku keatas, layaknya anak punk dengan pakaian putih-biru dikeluarkan, ditambah tulisan-tulisan kotor mewarnai sudut pakaian putih-biruku.
Setelah ku rasa semuanya selesai.Seperti biasa, aku ambil dan ku gendong tas hitam “Prapatan Rebel” milikku, dengan tulisan dan gambar yang tidak sedap dipandang mata, tidak enak dirasakan hati, karena tasku penuh dengan kata-kata yang tidak sopan bercampur dengangambar tengkorak terbalik menghiasi setiap sudut tasku.Namun anehnya lagi, aku senantiasa acuh terhadap celotehan orang terhadap tasku.“Masalah buat loe” pikirku saat itu.
Namun, aku sangat gembira jikalau pagi menyapa, karena di pagi hari adalah awal-waktu pertemuanku dengan si dia, si gadis pujaanku di sekolah.Ya, namanya Pujia Lestari. Menurutku,iaberbeda dari kebanyakan wanita di sekolahan.Wanita genit dan selalu cari muka dan penampilan. Tapi ia tidak mengindahkan itu semua. Yang ia tampilkan hanyalah pancaran hati dan akhlaknya yang membuat hati lelaki lunglai-jatuh tak berdaya. Sungguh,Perangainya yang cantik menghias diri, telah menyandra rongga hati dan pikiranku.
Setiap hari bahkan setiap saat, pikiranku melayang jauh berangan indah mendekapnya dalam samudera harmoni yang sangat syahdu.Disamping anggun nan jelitaperangainya, ia pun memiliki kapasitas dan kualitas intelek yang bikin mata merem-melek.Tak ayal,setiap pelajaran matematika dan fisika senantiasaia lalap-habis bak makanan yang sangat enak dan lezat. Tak aneh pula,gelar “Bintang sekolah”pun selalu menghiasi dirinya.Karena kebetulan si gadis pujaan,sekelas denganku, jadi aku tau betul setiap gerak dan geriknyaia di kelas dan di sekolah.Mungkin aku sudah terpedaya dengan keanggunan dan kecerdasannya.
            Pernah suatu hari, aku memberanikan diri mengirimkan sepucuk surat cinta untuknya, yang aku taruh di dalam tas abu-abu miliknya.Ketika bel istirahat pertama berbunyi, seluruh siswa SMP disekolahku langsung berhamburan keluar kelas,memadati kantin-kantin sekolah, termasuk wanita pujaanku.Aku pun tidak menyia-nyiakannya, ruangan kelasku yang kosong, hanya tinggal aku dan bayanganku saja yang ada saat itu di kelas.Langsung secara diam-diam aku menaruh suratcinta itu kedalam tas pujaan hatiku. Kurang lebih isinya seperti ini :
Untuk wanita yang menjadi idaman hati
Pagi telah datang menjemputku dari bunga tidurku.Dengan sinar mentari yang sangat indah menyilaukan mataku.Suara burung berkicau seakan bernyanyi untukku.Tapiitu semua tidak ada artinya, bila dirimutidak ada disampingku menjadi pacar sejatiku, dunia-akhirat.
Untuk wanita yang menjadi idaman hati
Bila aku jadi air mata, aku akan lahir dimatamu,Hidup dipipimu,dan mati di bibirmu. Tapi, jika aku menjadi air matamu, aku tidak akan pernah menangis, Soalnya aku tida mau kehilangan seseorang seperti dirimu.
Untuk wanita yang menjadi idaman hati
Aku bukan mutiara yang indah.Akupun bukan setetes embun pagi yang menyegarkan.Aku jua bukan malaikat yang akan selalu menjagamu. Tapi aku ingin menjadi orang yang selalu ada di dalam hatimu.
Untuk wanita yang menjadi idaman hati
Kalau suatu saat kamu menghancurkan harapan hatiku terhadapmu, akan kucintai kamu dengan  kepingannya yang tersisa. Ketahuilah! TVRI, MetroTV, TVOne, CNN, detikcom, Seputar Indonesia, Liputan 6, Antara, ESPN, WordPress News adalah kabar berita yang basi. Namun, kabar darimulah yang selalu kunanti. Jawaban ia atau tidaknya selalu ku tunggu atas penantianku selama ini untukmu.
Semoga malam merangkulmu dalam kedamaian hingga bulan digantikan Pengantin fajar.Aku mohon engkau sudi menjadi pacarku selama-lamanya.
Dariku, insan yang tengah menunggu,
(Dirahasiakan).
            Bel pun berdering dari arah luar.Pertanda waktu istirahat telah berakhir.Semua siswa pecah-berhamburan pergi meninggalkan kantin-kantin sekolah.
Gadis pujaan hatiku pun masuk perlahan dengan langkahnya yang begitu anggun memasuki kelas 9b, mataku tertegun tak bisa lepas mengikuti langkahnya.
            Pujia pun duduk.Dan mataku pun duduk memandangnya. Terlihat ia tengah membaca secarik kertas yang aku taruh di dalam tasnya. Namun apa yang aku dapati. Ia malah meremas-remas dan melemparkan surat dariku ke tong sampah.Sontak,hatiku hancur, harapanku musnah dan anganku luluh-lantah berkeping-kepingsirna ditelan bumi. Dan pada saat itu, aku pun tersadarmengapaia melakukan hal itu, karena selama ini ia merasa risih, selalu di teror olehku. Mungkin ia juga belum tau siapa sosok yang selalu meneror cintanya,karena aku belum mengungkap jati diri Insan yang tengah menunggu itu.Pernah suatu hari, temanku, Udi.Mengungkap jati diri Insan yang tengah menunggu itu ke Pujia Lestari. Namun hasilnya sama, tidak ada tanggapan positif darinya. Selalu acuh dan acuh.Seketika itu,hatiku tertampar dan langsung tersadaruntuk kedua kalinya, bahwa cintaku yang selama itu aku agung-agungkan telah membutakan hati, nurani dan pikiranku.
            Tatkala diriku dirundung pilu. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang cukup tampan dan tampak sederhana, namanya Agus Fikri(Sahabat akrabku di desa yang baik hati orangnya) mengajakku untuk ikut Kajian Keislaman di Masjid desa, “Masjid At-Taqwa” bersama remaja-remaji desa lainnya. Nama Kajian Islam itu adalah Kajian Islam Super Intensif (KISI)yang dipimpin langsung oleh Ketua DKM Masjid At-Taqwa,yakni Ustadz Tatang Ismail M.Pd dengan bantuan jajaran DKM Masjid lainnya, yakni Ustadz Zaenal Muttaqin S.Pd, Ustadz Toto Sudarto dan Ustadz-ustadz lainnya.
            Kajian Islam Super Intensif saat itu, diisioleh Ustadz Tatang Ismailyang bahasannya iaawali dengan bahasan yang membuat Hati dan Imanku tercengang. Ya, tentang Pacaran dalam kacamata Islam.Slide demi slide telah ku pandangi dan kupahami dalam-dalam makna dan isinya,sehingga menyengatlah slide itu kedalam rongga-rongga keimananku “Oh ternyata dalam Islam Pacaran itu diharamkan, karena mendekati lembah perzinahan”lirih hatiku menatap hatiku sendiri.Dan seketika itu, lisanku langsung mengucap syukur karena tidak terjerumus pada lembah kemaksiyatan pacaran.
            “Untung Pujia Lestari menolakku, kalau seandainya ia mengindahkan keinginanku, pasti aku akan terlihat santai dan tampak berbahagia dengan kubangan kemaksiyatan pacaran, terima kasih Ya Allah, terima kasih”Lirih hatiku lega saat itu.
Kebiasaan burukku, mulai dari bangun siang, melawan kedua orang tua, berkelahi, merokok, mabuk-mabukkan, bolos sekolah atau biasa dikenal dengan sebutan “Madol” sampai aktivitasku yang setiap hari tidak pernah alfa, yaknimelirik dan memandangi terus menerus sosok Pujia Lestari di dalam kelas,sedikit demi sedikit aku kubur dalam-dalam.Karena aku telah sadar, bahwasanya insan lelaki dalam kacamata Islam harus bisa menundukkan pandangannya terhadap lawan jenis yang belum halal untuk dipandang.Karena Allah SWT telah menegaskan dan memerintahkan padaku dan pada insan lelaki lainnya,dalam Firman-NyaQur’an Surah Annur ayat 30 yang artinya :“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
Disaat aku melaknat aktivitas pacaran, disaat aku mengutuk para aktivisnya, disaat aku menahan segala bentuk gejolak syahwat, disaat aku memelihara diri serta memantaskan diri.Disaat itu pula,cobaan datang bertubi-tubi.Pujia Lestari ternyata mulai tumbuh rasa cintanya padaku.“Supri sekarang berbeda dari Supri yang dahulu, aku kagum dengan Supri yang sekarang” ungkap Pujia padaku dalam inbox Facebook.Sungguh, saat itu adalah perang bathin antara keimanan dengan nafsuku.Antara membalasnya dengan nada memuji lalu melangsungkan pacaran ataukah aku diamkan saja lalu menjaga kesucian diri.Alhamdulillah, keimananku saat itu sudah mulai pekat sehingga aku memilih mendiamkannya saja.
Ketika aku berada di dalam kelas, sahabatku Udi berceloteh“Bro, Pujia Lestarikatanya ingin menjalin hubungan pacaran denganmu, gimana bro?terima atau enggak?” ucap Udi begitu antusias padaku.
“Maaf Di, gue yang dulu bukan gue yang sekarang. Dulu suram, sekarang sudah terang-benderang dengan Islam. Dan hatiku pun sudah ada yang ngebooking sama Bidadari-bidadari  Surga yang bermata jeli. Aku memilih menolaknya Di!” jawabku begitu yakin.
“Serius lho bro?” Udi tertawa lepas seakan tidak percaya apa yang telah aku utarakan.
“Gue serius bro!” tegasku memegang pundak Udi.
Aku pun melamun sejenak “Ternyata benar, apa yang dikatakan Ustadz Tatang Ismail padaku; Bahwasanya, ketika kita menjauhi pacaran, maka disaat itu pula Iblis akan memasang perangkapnya dari berbagai arah dan menjatuhkan berjuta cara agar insan yang menjauhi pacaran tersebut akan terlena dan terjerumus pada kubangan lumpur pacaran.” Lirih hatiku meneguhkan langkah untuk terus Istiqomah dalam barisan Remaja Anti Pacaran.
Setelah sikapku begitu frontal terhadap Say No ToPacaran.Ternyata bukan hanya Pujia Lestari saja yang menginginkanku untuk jadi pacarnya.Bahkan hampir semua perempuan di sekolahku, berbondong-bondong menggodaku untuk bisa menggait hatiku pada mereka. Namun dengan tegas aku jawab“Maaf, hatiku sudah ada yang mengisi, hatiku sudah ada yang nge-bookingsama Bidadari-bidadari Surga yang bermata jeli.”
Sampai-sampai ada adik kelasku yang begitu terobsesi untuk bisa memiliki hatiku. Namun dengan prinsipku yang sama, aku menolaknya mentah-mentah.Yang tidak aku sangka,adik kelasku yang terus meghiba padaku, ternyataia sudah hamil di luar nikahbersama mantan pacarnya yang dulu“Kalau seandainya aku mengiyakan permintaannya, pasti aku sudah menjadi kambing hitam atas kelakuan bejatnya.Sungguh Allah senantiasa menjaga hamba-hambaNya yang berusaha untuk ta’at.Allah senantiasa bersama orang-orang yang berserah diri, dimanapun dan kapanpun.”lirih hatiku bersyukur.Dan Seketika itu, aku langsung sujud syukur dan terus menghiba pada Allah, agar senantiasa menjaga Iffah dan Izzahku untuk selalu suci dihadapan-Nya.
“Habis suram terbitlah Islam.”Lirih hatiku menangis dalam ingatan di masa lampau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hamba Allah yang fakir akan ilmu, miskin akan amal, dan lancang mengemis Ridha-Nya dengan maksiyat dan dosa. #NovelisMuda

Pujangga Belantara

Info Lomba Menulis

Follow Me