Index Labels

Puisi Inspiratif: Senja di Matamu

Posted by Ucu Supriadi

Ayah, apakah benar-benar ada?
Aku menjadi bermakna
bukan ketika ayah menghampiriku
Tapi aku merasa sudah bermakna
sejak berharap ayah menghampiriku
Karena apa yang lebih bermakna dalam hidup
kecuali harapan…

Matahari pernah bercerita pada rembulan
bahwa senja adalah pesona langit
Matahari keliru
Senja bukanlah pesona
tapi pendita rindu
Karena langit tak mampu
mempertemukan senja dengan rembulan
Langit hanya bisa
mempertemukan matahari dengan senja
Tidak dengan rembulan
Dan rembulan yang malang itu
adalah aku…

Rabb…
Aku merasa ada yang hilang
Tanpa tahu apa yang sudah aku temukan
Aku merasa menemukan
Tanpa tahu apa yang tengah aku cari
Aku seperti sedang mencari
Tanpa tahu apa yang harus aku temukan…


Oh langit…
Sampaikan pada senja
Aku menunggunya di waktu malam
Apa aku gila?
Aku waras
Aku hanya berbisik pada langit
Bahwa harapan tak selamanya berliku
Harapan selalu menemui buntu
Antara menerima kenyataan
dan terjatuh dalam jurang penantian…

Ayah…
Aku menemukan senja begitu indah
Bukan terlukis di atas langit
Bukan pula merangkai sore
Tapi senja itu terbit di wajahmu
Dan tenggelam di ufuk matamu…

Duhai Ayah...
Bolehkah kupinjam sejenak waktumu di surga sana?


Ucu Supriadi
Cirebon, 06/05/2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hamba Allah yang fakir akan ilmu, miskin akan amal, dan lancang mengemis Ridha-Nya dengan maksiyat dan dosa. #NovelisMuda

Pujangga Belantara

Info Lomba Menulis

Follow Me