Index Labels

Butuh ‘Proses’ untuk Menjadi Kupu-kupu

Posted by Ucu Supriadi



KUPU-KUPU adalah salah satu serangga yang menawan. Sayapnya yang penuh dengan warna tidak pernah lelah dikepakkan untuk terbang kesana-kemari. Gerak-geriknya nampak begitu memesona terlebih lagi jika dilihat saat kupu-kupu berada diantara ribuan tangkai bunga yang harum nan indah.
Namun, tahukah Anda? Untuk menjadi seekor serangga yang indah, si manis yang memilik nama dalam bahasa inggris “Butterfly” ini membutuhkan ‘proses’ yang terhitung sulit dan butuh keshabaran untuk melewatinya.
Pertama, telur. Saat masih berupa butiran telur, nyawa kupu-kupu ditangguhkan. Disisi lain kemungkinan telur akan menetas menjadi ulat secara sempurna, tapi disisi lain telur akan pecah karena faktor alam seperti hanyut oleh air hujan dan lainnya. Pada masa ini, telur harus berjuang mempertahankan kehidupannya yang bergantung pada sehelai daun pada tanaman.
Setelah telur menetas, hadirlah ulat. Ulat menghabiskan masa hidupnya hanya untuk mencari makan. Ulat memakan dedaunan dan tanaman agar bisa bertahan hidup. Ulat sering berganti kulit. Dalam pergantian kulit, ulat selalu berhenti makan layaknya orang yang berpuasa. Menjadi ulat bukan merupakan sesuatu yang mudah. Menjadi ulat adalah hal yang paling menyakitkan.
Banyak orang yang membenci, ditakuti, bahkan sering sekali ulat dibunuh tanpa melakukan kesalahan apapun. Menjadi ulat dianggap menyeramkan dan merugikan sehingga ulat selalu di jauhi dan dianggap jijik.
Masa menjadi ulat telah usai, dan berubahlah ulat menjadi kepompong. Menjadi kepompong adalah masa istirahat. Kepompong menggantungkan dirinya pada tanaman yang berlangsung selama berhari-hari. Didalam kulit kepompong yang keras, terdapat perubahan yang luar biasa akibat pengaruh hormon. Di dalam kepompong betul-betul terjadi persiapan untuk menuju puncak terindah dalam kehidupan.
Setelah benar-benar siap untuk meraih kemenangan, bagian kulit terluar kepompong akan berganti warna sesuai dengan warna sayap kupu-kupu. Perlahan kulit kepompong akan mengelupas dan keluarlah bidadari taman bunga terindah. Memang, saat pertama muncul sayap kupu-kupu masih basah, melipat, dan mengkerut. Tubuhnya pun masih lembut dan lemah.
Tapi, seiring berjalannya waktu sayap indahnya akan terbuka lebar dan bisa terbang mengelilingi ribuan tangkai bunga di taman. Kupu-kupu cukup berperan penting dalam membantu proses penyerbukan dan banyak membantu proses-proses yang dilalui oleh tanaman. Selain itu, kupu-kupu juga memberikan kesan indah pada setiap orang yang melihatnya.Tapi, umur kupu-kupu sangatlah singkat dan setidaknya dalam masa hidupnya yang singkat itu ia telah memberikan banyak jasa kepada makhluk Allah yang lain.
Begitupun dengan kita sebagai manusia. Dalam menjalani kehidupan ini, hendaknya kita selalu bersabar dan tekun saat memulai sesuatu dari awal. Meskipun pada awalnya kita lemah dan suka dicaci serta dihina orang, lewati saja semua itu dengan penuh keshabaran. Lambat laun masa sulit akan semakin merajalela, tapi dikemudian hari akan meraih kesuksesan yang diinginkan.
Dengan mengamati proses hidup kupu-kupu ini, tentunya kita harus berdo’a, berusaha, berikhtiar, dan tawakkal. Karena dibalik semua kepahitan dan perjuangan yang kita rasakan, suatu saat nanti akan mendapatkan keindahan laksana kupu-kupu yang terbang di atas ribuan mawar. 

[Sahabatku-retsa/islampos]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hamba Allah yang fakir akan ilmu, miskin akan amal, dan lancang mengemis Ridha-Nya dengan maksiyat dan dosa. #NovelisMuda

Pujangga Belantara

Info Lomba Menulis

Follow Me